Rabu, 18 Agustus 2010

Malaikat Turun di KA'BAH

Assalamu'alaikum ....

Sahabat - sahabatku yang beriman apakah benar Malaikat turun di KA'BAH ?
silahkan sahabat lihat saja sendiri videonya  KLIK DI SINI 



 

            
SELENGKAPNYA - Malaikat Turun di KA'BAH

Jumat, 13 Agustus 2010

How To Make Money Online


I was wondering about the number 2.5%.  This number is believed by the moslems (at least in Indonesia)  to show the amount that we have to give out to the poors.  So if you have USD100, you have to give out USD 2.5 for the poor.   They say, 2.5% of our belongings are not ours, it belongs to other people.  Therefore, you have to give it out.  This is called zakat.
The thing is, I looked and looked in the Qur’an and I couldn’t find the number 2.5%.  No wonder, because I don’t think the Arabs knows percentiles for calculation during those times.  So, who invented the number 2.5%?  And how do you calculate 2.5%, is it from the total amount of money, is it from what is saved i.e. not including daily operational money, or is it every time we receive money we have to cut 2.5% off from that?   Then, of course, the usual happens….long discussions and sect of how you pay zakat.
I am a big believer of giving.  A friend of mine said that receiving makes you live but giving makes you alive.  How true.  When I give somebody a gift and see them smile and appreciate the gift, it makes me happy.  In fact, when I do something good to others, I feel happy.  No matter what form the gift is.  Say, if I could help my sister solve her problems and my advise is taken and it worked.  That makes me happy.
So, My Busy Brain started to think, why only 2.5%?  In Qur’an, it is stated that a moslem should give.  Should share.  Should help the unfortunate.  That should have no limit.  When people start giving numbers and defining how much, then they start to bargain and go into details and forget about the spirit of  the zakat itself.
I believe what God told us in the Qur’an is a way so human will live happily.  Same to all religions, the holy books are guidelines on how to live on earth so that life has a meaning.  And to me, giving 2.5% of my belonging is just a click from the ATM machine.  Just give to any bank or organization that manages zakat, task done.  But is that it?  For some reason, I don’t become a better person just giving money to some people that I don’t even know and not knowing where the money goes and how my money will benefit.  I’m sure the spirit of zakat is not that.  If so, why are there still so many poor people, crime and corruption?  Talking about corruption, do corruptors think if they spend 2.5% of their corrupt money then they have launder the money?
If you believe that time is money, start thinking about time that you give for others.  Time to listen.  Time to help.   Time to spend hours in the traffic to pick up your loved ones from one place.  Time you spent to help a little kitten on the street.  Time to listen to your subordinates and mentor them at work.  Time to visit our old parents and relatives.  Time and places you take and go to, to do good for yourself,  to make your heart move.  If we are awake for 16 hours a day, had 2.5% of that time, which is 0.4 hours, which is 24 minutes of our woken up times, to wholeheartedly give our time, thought and love and care to those we care?  Pat our friends back to make them feel better?  Now, are we stingy to give our time?
In a different way, if I calculate all the time that I have spent for helping my family and friends, and apply my daily rate, I might as well have exceeded my 2.5% of the conventional zakat!
When we start calculating what we give and expect to receive from what we give, that is not ibadah anymore, it is called investment.  We start making things complicated.  But if we use our heart to give and do good, we don’t care how much we give, how much time we spend.  That is called love.   It is a practice of loving and caring, and that is the spirit of zakat.  It is not exclusive for the rich and wealthy only.  Everybody can practice giving to those really unfortunate: giving love to those who are not loved.  And I’m sure that is what God wants us to do in every teaching, to love and spread the spirit of love.
SELENGKAPNYA - How To Make Money Online

Kamis, 12 Agustus 2010

Cara Memposting Kode HTML di blog

 Jika anda ingin menulis kode HTML atau script lainnya di postingan anda, anda harus memparsenya terlebih dahulu. Banyak mungkin yang sudah mengetahui ini dan memang banyak blog yang menulis beberapa script di postingnya.

Bagaimana anda bisa mengatasi masalah penulisan kode HTML ini? Sebenarnya tidak rumit untuk melakukannya. Di bawah ini ada 3 kode yang sering digunakan dalam penulisan kode HTML.


< » ganti dengan <
> » ganti dengan >
& » ganti dengan &

Tapi jika script yang ingin ditulis dalam jumlah besar tentu akan repot untuk mengganti satu persatu kode tersebut. Untuk mengatasi ini, ada tool online yang bisa anda gunakan untuk memparse kode HTML ke dalam bentuk teks.

Untuk melakukannya kunjungi link berikut.
http://centricle.com/tools/html-entities/
  1. Copy-paste kode HTML yang ingin anda parse ke dalam kotak yang disediakan.
  2. Tekan tombol encode.
  3. Terakhir, copy kode HTML yang sudah diparse ke dalam postingan anda.
Dengan tool ini dalam seketika kode HTML atau script yang anda masukkan akan segera berubah dan siap diposting.
SELENGKAPNYA - Cara Memposting Kode HTML di blog

Minggu, 08 Agustus 2010

Hujan DARAH di India (Video) "Red/Blood Rain in India, Alien origins? "

Apakah arti dari hujan yang berwarna merah ini? Apakah ini tanda-tanda dari akhir zaman?
Lihat disini.
SELENGKAPNYA - Hujan DARAH di India (Video) "Red/Blood Rain in India, Alien origins? "

Sepuluh Langkah Menyambut Bulan Ramadhan

1. Berdoalah agar Allah swt. memberikan kesempatan kepada kita untuk bertemu dengan bulan Ramadan dalam keadaan sehat wal afiat. Dengan keadaan sehat, kita bisa melaksanakan ibadah secara maksimal di bulan itu, baik puasa, shalat, tilawah, dan dzikir. Dari Anas bin Malik r.a. berkata, bahwa Rasulullah saw. apabila masuk bulan Rajab selalu berdoa, ”Allahuma bariklana fii rajab wa sya’ban, wa balighna ramadan.” Artinya, ya Allah, berkahilah kami pada bulan Rajab dan Sya’ban; dan sampaikan kami ke bulan Ramadan. (HR. Ahmad dan Tabrani)
Para salafush-shalih selalu memohon kepada Allah agar diberikan karunia bulan Ramadan; dan berdoa agar Allah menerima amal mereka. Bila telah masuk awal Ramadhan, mereka berdoa kepada Allah, ”Allahu akbar, allahuma ahillahu alaina bil amni wal iman was salamah wal islam wat taufik lima tuhibbuhu wa tardha.” Artinya, ya Allah, karuniakan kepada kami pada bulan ini keamanan, keimanan, keselamatan, dan keislaman; dan berikan kepada kami taufik agar mampu melakukan amalan yang engkau cintai dan ridhai.
2. Bersyukurlah dan puji Allah atas karunia Ramadan yang kembali diberikan kepada kita. Al-Imam Nawawi dalam kitab Adzkar-nya berkata, ”Dianjurkan bagi setiap orang yang mendapatkan kebaikan dan diangkat dari dirinya keburukan untuk bersujud kepada Allah sebagai tanda syukur; dan memuji Allah dengan pujian yang sesuai dengan keagungannya.” Dan di antara nikmat terbesar yang diberikan Allah kepada seorang hamba adalah ketika dia diberikan kemampuan untuk melakukan ibadah dan ketaatan. Maka, ketika Ramadan telah tiba dan kita dalam kondisi sehat wal afiat, kita harus bersyukur dengan memuji Allah sebagai bentuk syukur.
3. Bergembiralah dengan kedatangan bulan Ramadan. Rasulullah saw. selalu memberikan kabar gembira kepada para shahabat setiap kali datang bulan Ramadan, “Telah datang kepada kalian bulan Ramadan, bulan yang penuh berkah. Allah telah mewajibkan kepada kalian untuk berpuasa. Pada bulan itu Allah membuka pintu-pintu surga dan menutup pintu-pintu neraka.” (HR. Ahmad).
Salafush-shalih sangat memperhatikan bulan Ramadan. Mereka sangat gembira dengan kedatangannya. Tidak ada kegembiraan yang paling besar selain kedatangan bulan Ramadan karena bulan itu bulan penuh kebaikan dan turunnya rahmat.
4. Rancanglah agenda kegiatan untuk mendapatkan manfaat sebesar mungkin dari bulan Ramadan. Ramadhan sangat singkat. Karena itu, isi setiap detiknya dengan amalan yang berharga, yang bisa membersihkan diri, dan mendekatkan diri kepada Allah.
5. Bertekadlah mengisi waktu-waktu Ramadan dengan ketaatan. Barangsiapa jujur kepada Allah, maka Allah akan membantunya dalam melaksanakan agenda-agendanya dan memudahnya melaksanakan aktifitas-aktifitas kebaikan. “Tetapi jikalau mereka benar terhadap Allah, niscaya yang demikian itu lebih baik bagi mereka.” [Q.S. Muhamad (47): 21]
6. Pelajarilah hukum-hukum semua amalan ibadah di bulan Ramadan. Wajib bagi setiap mukmin beribadah dengan dilandasi ilmu. Kita wajib mengetahui ilmu dan hukum berpuasa sebelum Ramadan datang agar puasa kita benar dan diterima oleh Allah. “Tanyakanlah kepada orang-orang yang berilmu, jika kamu tiada mengetahui,” begitu kata Allah di Al-Qur’an surah Al-Anbiyaa’ ayat 7.
7. Sambut Ramadan dengan tekad meninggalkan dosa dan kebiasaan buruk. Bertaubatlah secara benar dari segala dosa dan kesalahan. Ramadan adalah bulan taubat. “Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman, supaya kamu beruntung.” [Q.S. An-Nur (24): 31]
8. Siapkan jiwa dan ruhiyah kita dengan bacaan yang mendukung proses tadzkiyatun-nafs. Hadiri majelis ilmu yang membahas tentang keutamaan, hukum, dan hikmah puasa. Sehingga secara mental kita siap untuk melaksanakan ketaatan pada bulan Ramadan.
9. Siapkan diri untuk berdakwah di bulan Ramadhan dengan:
· buat catatan kecil untuk kultum tarawih serta ba’da sholat subuh dan zhuhur.
· membagikan buku saku atau selebaran yang berisi nasihat dan keutamaan puasa.
10. Sambutlah Ramadan dengan membuka lembaran baru yang bersih. Kepada Allah, dengan taubatan nashuha. Kepada Rasulullah saw., dengan melanjutkan risalah dakwahnya dan menjalankan sunnah-sunnahnya. Kepada orang tua, istri-anak, dan karib kerabat, dengan mempererat hubungan silaturrahmi. Kepada masyarakat, dengan menjadi orang yang paling bermanfaat bagi mereka. Sebab, manusia yang paling baik adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain.
SELENGKAPNYA - Sepuluh Langkah Menyambut Bulan Ramadhan

Senin, 02 Agustus 2010

Berubah Dengan Cara Yang Nyaman

Hampir setiap hari kita mendengar kata-kata memotivasi seperti “hebat, dahsyat, super, luaaar biasa”. Kita jadi termotivasi, jadi merasa percaya diri, bahwa ternyata kita punya banyak potensi asal mau berpikir positip. Namun sering persoalan muncul saat akan memulai langkah implementasinya dalam pekerjaan atau kehidupan sehari-hari. Mengapa hal itu bisa terjadi?
Salah satu sebab mengapa motivasi yang begitu besar ternyata tak mampu menggerakkan kita saat ingin menerapkannya ialah rasa takut. Makin tinggi dorongan motivasi kita, makin tinggi pula cita-cita, visi yang kita canangkan. Makin jauh kesenjangan antara visi tersebut dengan realita sehari-hari kita, maka yang terjadi “kelumpuhan.” Kita menjadi tidak tahu harus melakukan apa untuk memulainya. Setiap upaya yang kita rencana berdasarkan kenyataan menjadi kurang menarik dibanding dengan visi yang sangat tinggi itu. Bahkan tak jarang kita menjadi tidak sabar terhadap lingkungan, rekan kerja, anak buah yang seolah terlalu lamban untuk mendukung visi dan semangat kita yang membahana. Kalau tidak disadari, realita itu bisa kita anggap kendala yang membuat visi kita kita anggap mustahil.
Dari sejarah kita tahu, bahwa untuk membuat perubahan caranya ada dua: revolusi dan evolusi. Perubahan radikal dan perubahan bertahap. Pada saat kita dada kita membahana, terpompa oleh daya hipnosis motivator besar, mau kita adalah melakukan revolusi kehidupan. Reformasi total. Tapi begitu kembali ke kantor, rutinitas sudah menghadang, agenda berderet seperti antrian kereta api. Perubahan sulit dilakukan. Akhirnya kita menunda, menunggu waktu yang longgar, saat yang tepat. Lalu penundaan demi penundaan terjadi, tanpa terasa hingga beberapa bulan bahkan tahun. Akhirnya momentum hilang, terlupakan oleh hal-hal yang lain.


Sederhananya, mungkin kita ingin menaikkan nilai TOEFL hingga 600 (saat ini 450), atau menurunkan berat badan sebanyak 15kg. Tujuan atau target ini sebetulnya tidak terlalu aneh, bisa dijangkau. Apalagi setelah terpompa motivasi kita. Rasanya dengan semangat baja 3 bulan juga tercapai. Dihadapkan pada rutinitas pekerjaan, agenda yang datang silih berganti tanpa bisa kita stop. Kita jadi menunda program kursus TOEFL, atau mengikuti fitness. Mau mendaftar tetapi ragu, takut kalau nanti sudah membayar tapi tidak bisa mengikuti sesuai jadwal. Yang terjadi hanya maju mundur, sampai peluang-peluang yang ada lewat atau diambil orang lain.
Ada tindakan perubahan yang sesuai dengan potensi atau kekuatan kita selama ini. Misalnya niat memperluas network bagi yang mudah bergaul. Ekspansi karya tulis bagi yang biasa menulis. Kita tinggal melipat-gandakan produktivitas. Tapi seringkali upaya perubahan justru menuntut perubahan pada bagian dari kelemahan seseorang atau kebiasaan (addict) yang sudah menahun. Misalnya ada seorang pendiam, yang prestasinya dalam kreativitas sangat memukau, karya desainnya disukai konsumen, maka dia segera mendapat promosi jabatan. Masalahnya, pada posisi manajer dia juga harus memotivasi staf nya, mendelegasikan tugas, membimbing dan mengevaluasi karya orang lain. Disitulah kelemahan dia. Dari konsultasi dan pelatihan supervisi dia tahu apa yang mesti dilakukan, yaitu memperbaiki sikapnya terhadap anak buahnya. Dalam hal ini dia harus keluar dari zona nyaman (comfort zone). Ini lah tantangan perubahan yang sesungguhnya. Seorang pendiam disuruh bicara, seorang tukang ngoceh disuruh mendengarkan, seorang pemalu disarankan bicara di depan publik, menawarkan produk ke banyak orang.
Think big, Start small, Act now
Stress, kuatir bahkan takut untuk memulai perubahan dalam program pengembangan diri, meningkatkan efektivitas diri dalam meraih cita-cita, adalah sesuatu yang wajar. Namun seringkali begitu takut, ragu dan malasnya kita keluar dari zona nyaman (comfort zone), sehingga berakibat gagalnya program pengembangan diri seperti pengurangan berat badan, peningkatan nilai prestasi tertentu. Untuk itu salah satu alternative yang disarankan ialah “start small, act now”.
Lakukan mulai dari langkah-langkah kecil dan sederhana, tanpa merasa keluar dari “zona kenyamanan” Anda, yang bisa dilakukan hari ini juga. Mulai dengan satu pertanyaan kecil: Tindakan sederhana apa yang dapat saya lakukan saat ini? Kecil dan sederhana sehingga tak ada alasan untuk menundanya. Misalnya Anda sudah bertahun-tahun tidak membaca kitab suci, dan sekarang merasa perlu. Maka tidak usah menunggu waktu luang, waktu yang khusuk. Letakkan saja kitab suci di meja depan TV atau di dekat bantal. Tiap saat baca walau satu ayat. Sekali itu Anda lakukan tiap saat, tanpa terasa akan terbaca puluhan bahkan ratusan ayat. Padahal kalau menunggu waktu luang, terbukti tertunda tahunan.
Begitu juga keinginan Anda mulai oleh raga lagi. Terpikir untuk ikut klab golf, tenis, yoga, atau malah sudah mendaftar atau didaftarkan kantor. Tapi selalu malas untuk memulai, atau sering absen. Lama-lama menjadi segan sendiri, malu dengan teman. Untuk itu langkah sederhana bisa dilakukan dengan lari di tempat sambil nonton TV. Atau asal pakai pakaian olah raga lalu keluar rumah, otomatis kaki akan bergerak untuk berjalan. Makin lama makin cepat dan makin jauh.
Sekali dimulai, dengan langkah sederhana agar tidak mengganggu “zona kenyamanan”, maka perubahan mulai bergerak, dan sekali sudah panah teruskan agar makin jauh dan makin cepat. Sekali lagi, mulai dengan pertanyaan: Langkah sederhana apa yang dapat saya lakukan untuk memperbaiki kinerja saya dalam …. ini? [RM]

*) Risfan Munir, penulis buku “Jurus Menang dalam Karier dan Hidup ala Samurai Sejati”, Gramedia Pustaka Utama, 2009. Penulis kolom Pembelajar.com serta Andaluarbiasa.com. 
SELENGKAPNYA - Berubah Dengan Cara Yang Nyaman

Minggu, 01 Agustus 2010

Apa Arti Sukses Bagi Anda ?

Photo oleh Chris is life




Seiring dengan perkembangan hidup kita dan lingkungan yang kita masuki, biasanya kita mendefinisikan sukses berdasarkan definisi orang lain, mungkin berasal dari orang tua kita, atasan kita, atau dari lingkungan sosial kita tentang bagaimana hidup yang sukses itu seharusnya. Tidak ada yang benar atau salah dalam hal ini.
Dibawah ini saya menuliskan 31 arti tentang sukses yang saya dapat dari berbagai sumber dengan harapan semoga ini dapat membantu anda dalam merangkai kembali arti sukses versi anda sendiri.
Sukses adalah :
1. Membuat negara atau dunia ini menjadi lebih baik.
2. Pencapaian kekayaan, penghargaan, status dan kekuasaan.
3. Pencapaian tujuan-tujuan yang telah anda buat sendiri.
4. Membuat sebuah perbedaan, meskipun hanya pada satu orang.
5. Diakui sebagai ahli yang terkenal dalam bidang yang anda tekuni.
6. Merasa dicintai dan dimengerti.
7. Mendapat pengakuan dan respek dari keluarga dan teman-teman.
8. Melakukan pekerjaan yang anda cintai.
9. Dapat tertawa dengan sering.
10. Memiliki kesehatan yang prima dan selalu bersemangat tinggi.
11. Berbahagia dan menikmati saat ini.
12. Memiliki cukup uang untuk menutupi biaya bulanan anda.
13. Melakukan hal-hal atau hobi-hobi baru.
14. Berpergian ke tempat yang belum pernah dikunjungi.
15. Mempunyai banyak waktu untuk bersenang-senang.
16. Berhasil membesarkan anak.
17. Menggunakan semua potensi yang anda miliki.
18. Memiliki kehidupan yang menggairahkan.
19. Menemukan suatu pekerjaan yang sangat menyenangkan yang sama rasanya seperti anda bermain.
20. Menemukan kedamaian dalam diri.
21. Mencapai keseimbangan hidup antara waktu untuk bekerja dan keluarga.
22. Mempunyai tujuan-tujuan yang menggairahkan anda, sampai-sampai membuat anda melompat dari ranjang setiap pagi.
23. Memiliki rumah tinggal yang ideal, makanan yang cukup, kesehatan yang baik dan keluarga yang bahagia.
24. Pergi keluar rumah setiap hari dan melakukan pekerjaan-pekerjaan dengan sebaik mungkin.
25. Berhenti bekerja dan hidup nyaman menikmati pendapatan dari investasi.
26. Membantu orang lain dengan talenta khusus yang anda miliki.
27. Mempunyai ide-ide yang orisinil dan kemudian melihatnya diterapkan di kehidupan nyata.
28. Dapat jujur kepada diri sendiri.
29. Mencintai sesama dengan segenap hati dan jiwa.
30. Membuat suatu hal yang baru dan luar biasa.
31. ….. Anda bisa tambahkan versi anda sendiri.


Sumber : http://www.akuinginsukses.com/
SELENGKAPNYA - Apa Arti Sukses Bagi Anda ?